visit us

visit us

Senin, 08 September 2014

Mahasiswa FISIP Ubhara Meriahkan Hari Jadi RRI

Mahasiswa Fisip Ubhara beserta tiga peserta lain pada acara Green Radio n' Blue Ocean






Surabaya - Fakultas Ilmu Soisal dan Ilmu Politik Universitas Bhayangkara Surabaya mengirimkan lima mahasiswanya untuk bergabung dalam kegiatan penanaman mangrove pada hari Sabtu (6/9) di Sonto Laut Greges Kelurahan Tambaksari Oso Kecamatan Asemrowo. Acara ini diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia dalam rangka hari jadi RRI ke-69 yang diberi tema "Green Radio n' Blue Ocean".

Bersama TNI, Pramuka Unair, Masyarakat sekitar, dan Cak Ning Surabaya, para mahasiswa FISIP Ubhara tampak antusias mengikuti serangkaian acara yang diadakan oleh stasiun radio pemerintah yang memiliki slogan "Sekali Di Udara Tetap Di Udara" tersebut.

Salah satu peserta kegiatan tersebut, Rizaldi, mahasiswa Ubhara Surabaya mengungkapkan antusiasmenya dengan mengungkapkan dampak bagi kegiatan ini yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, salah satu upaya mengurangi dampak ancaman tsunami adalah dengan menanam hutan mangrove atau hutan bakau.

"Fungsi utama mangrove penting sekali untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan. Menurut saya, acara ini sangat bermanfaat, karena di negeri kita ini, rawan sekali terkena tsunami karena hutan bakau sudah banyak beralih fungsi menjadi tambak, kebun kelapa sawit dan alih fungsi lain," ungkapnya.

Para peserta Green Radio n' Blue Ocean saat melakukan penanaman pohon mangrove.
Kegiatan penanaman sekitar 2000 pohon mangrove dan 14 pohon cemara laut ini juga dimeriahkan dengan dialog interaktif serta pameran berupa kreatifitas hasil pengolahan mangrove, seperti sirup mangrove, dawet mangrove dan juga berbagai makanan ringan olahan mangrove dan juga batik mangrove. Bahkan hasil batik mangrove tersebut jg telah diperagakan oleh Cak Ning Surabaya.

Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para peserta serta masyarakat umum dapat melestarikan lingkungan dan juga meningkatkan taraf kehidupan masyarakat disekitar tempat penanaman pohon mangrove. Dari pohon mangrove itu sendiri dapat mengahsilkan kerajinan dan olahan makanan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. (gtg.sa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar